6 Efek Samping Kunyit Ternyata Banyak Yang Belum Tahu
6 Efek Samping Kunyit Ternyata Banyak Yang Belum Tahu
Kunyit sudah lama jadi bahan rempah dalam hidangan Asia. Warna kuningnya yang khas tidak cuma dijadikan pewarna alami, tetapi juga mempunyai kandungan nutrisi sehat.
Curcumin adalah bahan aktif dalam kunyit, dan mempunyai sifat biologis yang kokoh. Pengobatan Asia, Ayurvedic dari India misalnya, merekomendasikan kunyit untuk bermacam keadaan kesehatan seperti nyeri kronis dan infeksi.
Kunyit bisa dikonsumsi secara alami dari rimpang fresh, bubuk kunyit, kapsul, dan teh yang ada secara komersial. Kunyit mempunyai sifat anti- inflamasi, melancarkan pencernaan, mencegah radikal bebas dan banyak lagi. Tetapi, komsumsi terlalu banyak juga tidak baik untuk kesehatan.
Tidak ada pedoman formal untuk konsumsi kunyit, tetapi tingkatan konsumsi yang bisa diterima tubuh untuk kunyit adalah 3 miligram/ kilogram berat badan. Walaupun secara umum diakui sebagai aman untuk dikonsumsi, beberapa orang bisa jadi mengalami efek samping yang tidak menyenangkan sehabis makan ataupun minum kunyit.
6 Efek Samping Kunyit
Berikut efek samping konsumsi kunyit melampaui batas, dari bermacam sumber,
Membatasi pembekuan darah
Mempunyai efek yang mirip NSAID, UC San Diego Health menganjurkan untuk tidak komsumsi kunyit ataupun kurkumin saat memakai warfarin, yang umumnya digunakan untuk menyembuhkan pembekuan darah. Ketika warfarin berinteraksi dengan obat ataupun sumber anti- inflamasi, itu bisa berakibat pada laju pembekuan darah.
Medsafe menganjurkan kalau pemakaian produk kunyit ataupun kurkumin dengan obat pengencer darah bisa menimbulkan waktu perdarahan lebih lama dan wajib dihindari sama sekali. Kunyit bisa menimbulkan pendarahan. Kunyit dapat memperlambat pembekuan darah. Ini bisa jadi meningkatkan resiko memar dan pendarahan pada orang dengan kendala pendarahan.
Efek Samping Pencernaan
Mengambil dosis besar bumbu ataupun suplemen kunyit bisa menimbulkan efek samping gastrointestinal. Efek samping gastrointestinal yang paling umum adalah sakit perut, gas, mual dan gangguan pencernaan. Efek samping kunyit bisa menimbulkan sakit perut pada beberapa orang. Ini bisa jadi memperparah permasalahan perut seperti GERD.
Agen yang sama dalam kunyit yang menunjang kesehatan pencernaan bisa menimbulkan iritasi ketika disantap dalam jumlah besar. Kunyit memicu lambung untuk menciptakan lebih banyak asam lambung. Untuk sebagian orang, keadaan ini bisa berikan rasa tidak nyaman. Komsumsi kunyit dalam waktu lama bisa menimbulkan maag pada beberapa orang karena meningkatnya asam lambung.
Kantung Empedu dan Permasalahan Ginjal
Curcumin dalam kunyit mendorong kantong empedu untuk menciptakan lebih banyak empedu, yang bisa meningkatkan pencernaan. Karena produksi empedu ekstra, orang yang mempunyai batu empedu ataupun keadaan lain yang membatasi saluran empedu tidak dianjurkan komsumsi kunyit.
Akibat kurang baik kunyit juga bisa berkontribusi pada pembentukan batu ginjal, terutama pada orang yang mempunyai keadaan yang meningkatkan resiko batu ginjal. Suatu riset yang diterbitkan dalam" American Journal of Clinical Nutrition" pada 2008 mendapat kalau partisipan yang komsumsi kunyit mempunyai kandungan oksalat kemih yang lebih tinggi.
Oksalat adalah produk limbah yang wajib keluar tubuh selama buang air kecil, tetapi bila ada terlalu banyak oksalat, itu bisa mengikat dengan kalsium dan membentuk batu ginjal.
Permasalahan kehamilan
Kunyit memanglah masih aman dikonsumsi sepanjang hamil. Ibu hamil masih dapat komsumsi hidangan dengan bumbu kunyit. Tetapi, komsumsi suplemen kunyit tidak dianjurkan. Komsumsi kunyit dalam dosis tinggi bisa meningkatkan resiko kontraksi dan keguguran.
Perempuan hamil hendaknya tidak komsumsi suplemen kunyit. Menurut MedlinePlus, efek samping curcumin bisa menstimulasi uterus ataupun mendorong susunan uterus untuk lepas yang bisa meningkatkan resiko keguguran.
Interaksi obat
Karena bisa meningkatkan asam lambung, kunyit bisa mengganggu kemanjuran obat yang mengurangi asam, seperti obat refluks asam. Bumbu ini juga bisa meningkatkan efektivitas beberapa obat, termasuk pengencer darah dan obat diabet.
Bumbu ini juga bisa meningkatkan efektivitas beberapa obat, termasuk pengencer darah dan obat diabet. Komsumsi kunyit engan pengencer darah bisa meningkatkan resiko pendarahan. Pengidap diabet yang minum obat untuk membantu menurunkan kandungan gula darah mereka tidak boleh mengambil kunyit karena bisa menurunkan gula darah ke tingkatan yang malah berpotensi beresiko.
Sebabkan alergi
Curcumin bisa jadi alergen kontak yang bisa merangsang dermatitis kontak. Efek samping kunyit juga dapat menimbulkan wabah kulit seperti ruam dan sesak nafas. Reaksi bisa terjadi dari kontak kulit dan konsumsi.
Saat dibalurkan ke kulit, kunyit untuk sementara bisa menodai kulit ataupun meninggalkan residu kuning. Ini wajar, tetapi bila mempunyai alergi, kontak kulit langsung bisa menimbulkan iritasi, kemerahan, dan pembengkakan.
Lakukan uji alergi pada kulit saat sebelum memakai perawatan pada kulit. Oleskan pada bagian belakang kuping dan tunggu 24 sampai 48 jam untuk melihat apakah respon. Jangan pakai kunyit pada kulit bila Kamu alergi terhadap bumbu dalam masakan
Komentar
Posting Komentar